Peristiwa Pembunuhan Pertama di Bumi…
Saat Nabi Adam as diturunkan ke bumi dan telah bertemu dengan Hawa,
keduanya membina keluarga pertama di tempat pertama kali Nabi Adam
diturunkan ke bumi. Menurut riwayat, Nabi Adam as dan hawa dikaruniai 20
pasang anak laki-laki dan perempuan. Putra-putri pertama Nabi Adam as
adalah Qabil dan Iklima. Putra-putri keduanya Habil dan Labuda. Saat
keempat putra-putri Nabi Adam as ini sudah dewasa dan telah menunjukkan
tanda-tanda ketertarikan pada lawan jenis, Nabi Adam as meminta
petunjuka pada Allah Swt, bagaimana cara menikahkan keempat
putra-putrinya itu. Ia kemudian menerima petunjuk agar menikahkan
keempat putra-putrinya secara bersilangan, yaitu Qabil menikah dengan
Labuda dan Habil menikah dengan Iklima. Namun saat Nabi Adam as
bermaksud melaksanakan pernikahan itu, Qabil menolak dan ingin menikahi
adik kembarnya sendiri karena lebih rupawan dari Labuda.
Allah Swt. kemudian memberi petunjuk
berikutnya kepada Nabi Adam as agar kedua putranya berkurban dan siapa
yang kurbannya diterima, maka dialah yang berhak untuk memilih isteri
(pasangan). Saat Nabi Adam as menyampaikan hal ini kepada kedua
putranya, Qabil dan Habil menyanggupi. Qabil yang merupakan seorang
petani (bercocok tanam) memilih gandum yang kualitasnya jelek untuk
dijadikan kurban. Sementara Habil yang merupakan seorang peternak,
memilih seekor kambing yang paling disayanginya untuk dijadikan
kurban. Saat kedua kurban ini diletakkan di atas bukit, muncullah api
berwarna putih membawa kurban Habil hingga lenyap dari pandangan,
pertanda kurban Habil yang diterima (konon, menurut beberapa riwayat,
kambing Habil diangkat ke surga dan diturunkan kembali ke bumi saat
menggantikan Ismail sebagai kurban Nabi Ibrahim as, subhanallah…).
.
Konon, kambing Habil diturunkan kembali ke bumi saat menggantikan Ismail sebagai kurban Nabi Ibrahim, subhanallah…
.
Atas peristiwa ini Qabil menjadi iri dan
marah pada Habil dan berniat untuk membunuh adiknya itu. Peristiwa ini
diceritakan dalam al-Quran surah al-Maidah ayat 27: Ceritakanlah
kepada mereka kisah kedua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya
mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak
diterima dari yang lainnya. Maka berkata yang tidak diterima
kurbannya,”Sungguh, aku akan membunuhmu” dan berkata yang diterima
kurbannya, “Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang
yang bertakwa”.
Saat mengetahui Qabil akan membunuhnya,
Habil pasrah sebagaimana dijelaskan dalam Quran surah al-Maidah ayat
28-29. Habil hanya berusaha menasehati Qabil agar tidak melaksanakan
niatnya, tidak mengikuti kemauan iblis. Akan tetapi Qabil tetap pada
pendiriannya dan pada suatu hari, ketika Nabi Adam as pergi ke Mekkah
(Arab), terjadilah peristiwa pembunuhan Habil oleh kakaknya sendiri.
Menurut beberapa riwayat, Habil dibunuh saat sedang tidur ketika ia
sedang menggembala kambing. Qabil membunuh Habil dengan cara melemparkan
batu ke kepala adiknya itu hingga pecah (riwayat lain menceritakan
Habil mencekik dan menggigit adiknya hingga tak bernyawa).
.
Setelah
membunuh Habil, Qabil kebingungan mengurusi jenasah adiknya itu. Maka
Tuhan memberinya petunjuk melalui dua ekor burung gagak, mengenai cara
menguburkan jenasah Habil…
.
Setelah membunuh Habil, Qabil kebingungan
mengurusi jenasah adiknya itu. Maka Allah Swt. memberikan petunjuk
kepadanya melalui dua ekor burung gagak bersaudara. Kedua burung gagak
ini bertarung di hadapan Qabil hingga salah satunya terbunuh. Lalu
burung gagak yang hidup menggali lubang di tanah dengan paruhnya, lalu
memasukkan jasad burung gagak yang telah mati dan menimbunnya.
Terinspirasi apa yang dilakukan oleh burung gagak ini, Qabil akhirnya
menguburkan Habil (QS al-Maidah: 31).
Sampai di sini, yang juga menarik untuk
ditelusuri, apa yang terjadi pada Qabil setelah membunuh Habil? Menurut
suatu riwayat, Nabi Adam as sangat marah setelah peristiwa ini dan Qabil
melarikan diri dari ayahnya ke tempat yang sekarang bernama Yaman. Lalu
bagaimana nasib Qabil selanjutnya? Ada yang mengatakan, saat Qabil
melarikan diri, ia membawa Iklima. Dari dua pasangan inilah lahir bani
Qabil (keturunan Qabil). Seperti apa watak bani Qabil ini? Tentu sudah
bisa ditebak. Qabil, menurut sebuah riwayat, terbunuh oleh anaknya
sendiri.
Ada juga dugaan, Qabil pada akhirnya
sampai di Lemuria, Atlantis, dan menemukan pasangannya di tempat yang
sangat indah ini (bukan Iklima). Dugaan ini merupakan salah satu
interpretasi sejarawan dan agamawan terhadap isi Kitab Henokh yang
ditulis oleh Nabi Idris as. Sebagaimana diketahui, Nabi Idris as diutus
oleh Allah Swt. sebagai nabi untuk memberi ‘pencerahan’ pada bani Qabil.
Sementara Lemuria, Atlantis, diketahui sebagai peradaban tertua di bumi
yang diduga tenggelam di lautan pasifik (untuk lebih jelasnya baca
artikel ini: Nabi Idris Menulis Tentang Lemuria?). Mungkinkah bani Qabil ditenggelamkan Allah Swt. di Lemuria, Atlantis, ini? Wallahu ‘alam.
Setelah kepergian Qabil, Nabi Adam dan
Siti Hawa dianugerahi putra berikutnya: Syits, yang tabiatnya menyerupai
Habil. Dari keturunan Syits inilah kemudian lahir hamba terpilih Allah
selanjutnya yaitu Nabi Idris as. Bagaimana kisah hidup nabi Idris? Apa
saja peninggalan Nabi Idris as dalam peradaban manusia? Temukan benang
merah sejarah manusia selanjutnya pada artikel: Terbuai Indahnya Surga (Kisah Nabi Idris). [a]
Penasaran dan ingin menelusuri benang merah sejarah penciptaan manusia? Klik Alam & Manusia dan pilih artikel yang belum anda baca.
Referensi tulisan ini: (1) Qurah (Surah al-Maidah); (2) Tentang Habil dan Qabil; dan (2) Tentang Kronologi Pembunuhan Habil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar