Ilmu dan Harta
Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai
Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk
mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya
kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum
kami."
Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda,
dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama.
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta
kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu,
ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia
ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"
"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan
memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara
dan menjaganya," jawab Khalifah Ali.
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali,
kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh
mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama
dan kedua.
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang
banyak hartanya lebih banyak musuhnya."
Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah
sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang."
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah
dicuri dan dapat lenyap."
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat
lenyap dan habis karena masa dan usia."
Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada
batasnya dan dapat dihitung jumlahnya."
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan
pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada
umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada
harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya
mulia seperti si ’Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang
berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan
bakhil."
Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan
lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih
mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat
membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur."
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang,
kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan
dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada
kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali
benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.
..alhamdulillaah..
.bmp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar